Batu kecubung wulung sihitam berwibawa. Beberapa waktu yang lalu masyarakat dibuat geger dengan kemunculan batu kecubung wulung (Amethys) di pasaran yang konon dipercaya sebagai sarana pengasihan dan kewibawaan tingkat tinggi. Orang-orang ramai mencari dan berburu batu kecubung wulung diberbagai daerah yang fenomenal itu. Bahkan ada sebagian orang rela merogoh sakunya dalam-dalam demi mendapatkan batu kecubung wulung yang asli.
Konon ceritanya batu kecubung wulung menyimpan misteri tersendiri, banyak pihak yang percaya bahwa batu kecubung wulung dapat mendatangkan khodam dengan sendirinya, karena batu jenis ini sangat disukai oleh mahluk-mahluk astral. Bukan hanya itu batu kecubung wulung juga diyakini mampu meningkatkan kewibawaan seseorang. Sehingga sipemakai akan terlihat berwibawa, disegani dan mempesona siapa saja yang memandang, karena warna merah keunguan yang terpancar dari batu kecubung wulung berasal dari lima unsur alam yang mengandung energi ghaib positif bagi sipemakai.
Terlepas dari mitos dan cerita yang beredar dimasyarakat, sejatinya batu kecubung wulung sudah populer dan melegenda sejak zaman kerajaan Majapahit. Pada zamanya batu kecubung wulung menjadi icon dan primadona bagi Raja-raja, para Pangeran dan kaum bangsawan Majapahit. Dengan warna dasar hitam mengkilat, apabila diterawang atau disorot dengan cahaya maka akan tembus warna merah keunguan dan bentuknya yang indah berkilauan terkesan mewah, membuat jari manis semakin sedap dipandang mata. Sehingga orang yang melihatnya akan merasa segan atas kewibawaanya. Apalagi yang memakai adalah Raja-raja, para Pangeran dan kaum bangsawan yang berpengaruh. Mungkin itu makna dari pengasihan dan kewibawaan batu kecubung wulung yang dahulu banyak dipakai Raja-raja, para Pangeran dan kaum bangsawan. Sehingga mitos dan cerita batu kecubung wulung dapat meningkatkan pengasihan dan kewibawaan tetap beredar hingga kini.
Tampaknya cerita diatas ada benarnya juga, karena Sri Sultan Hamengkubuwono ke X juga mengenakan batu akik berwarna hitam dijarinya yang diyakini sebagai batu kecubung wulung.
Batu kecubung wulung merupakan batu permata yang banyak ditemukan di Indonesia. Dengan struktur alami dan ciri khas hitam mengkilat, bila disorot cahaya terlihat banyak serat-serat dan tembus warna merah keunguan. Batu kecubung wulung juga memiliki tingkat kekerasan yang cukup tinggi sekitar 7 scala mohz, batunya terasa keras dan berat bila dibandingkan dengan batu permata jenis lainya, dapat memantulkan cermin, batu kecubung wulung akan terasa dingin bila ditempelkan pada kulit maupun pipi.
Itulah cici-ciri batu kecubung wulung yang asli, bila Anda berkenan memiliki batu kecubung wulung alangkah baiknya kenali ciri-ciri dan bentuk kecubung wulung yang asli. Karena dewasa ini banyak beredar batu kecubung wulung palsu dipasaran.
Sunrise bukit Sikunir pesan damai lembah Dieng. Bukit sikunir merupakan salahsatu perbukitan yang mengelilingi dataran tinggi pegunungan Dieng, bukit Sikunir terletak di desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Desa Sembungan adalah desa tertinggi di Jawa Tengah atau bahkan dipulau Jawa dengan ketinggian mencapai 2300 M diatas permukaan air laut (DPL). Dibawah bukit Sikunir terdapat telaga kecil yang indah dan masih alami, telaga itu oleh penduduk setempat disebut telaga Cebong. Disebut telaga Cebong karena bentuk telaga ini menyerupai kecebong, konon dahulu ada banyak kecebong ditelaga ini.
Bagi Anda yang datang dari luar kota dan membutuhkan penginapan, penduduk desa Sembungan juga banyak yang menyediakan Home stay (semacam tempat tinggal sementara) dengan biaya yang cukup murah tentunya. Atau bila Anda sampai di desa Sembungan menjelang Shubuh, Anda bisa parkir di lapangan pinggir telaga Cebong, kemudian Anda akan dihadapkan jalan setapak terjal menanjak menuju puncak bukit Sikunir. Bagi seorang pemula dibutuhkan waktu sekitar 60-90 menit diwaktu shubuh untuk sampai puncak bukit Sikunir, lokasi strategis penyambutan sunrise. Setelah sampai dipuncak lihatlah kearah timur, deretan pegunungan Sindoro, Soembing, Merapi, Merbabu dan Ungaran menjulang tinggi, gagah perkasa. Deretan pegunungan berapi itu nampak cantik, indah dan mempesona. Sementara itu bila kita melihat kearah barat tampak deretan pegunungan Slamet yang masih aktif, yang menjadi pusat perbatasan Kabupaten Banyumas. Purbalingga, Pemalang dan Tegal kokoh berdiri, tegak lurus laksana raksasa besar dan berwibawa. Langit yang tampak gelap perlahan tapi pasti berganti menjadi warna putih, biru dan jingga. Tak berselang beberapa lama sang surya dengan malu-malu mengintip dibalik celah gunung Sindoro, menyapa dan menyambut dengan salam hangat, tapi tidak cukup untuk mengusir dinginnya udara Dieng. Angin dingin sepoi-sepoi khas dataran tinggi pegunungan Dieng membuat tubuh kami kembali menggigil kedinginan.
Namun terlepas dari itu semua, sunrise bukit Sikunir merupakan fenomena keindahan alam terbaik dan terindah yang pernah saya saksikan. Seiring pagi berlalu, kabut perlahan mulai sirna dan menghilang dari pandangan dan detail dari pegunungan Sindoro, Soembing, Merapi, Merbabu, dan Ungaran tampak jelas membuat decak kagum dan memanjakan mata siapa saja yang memandang. Luar biasa, tempat ini sangat eksotis dan mengagumkan. Perjalanan berat dipagi ini ditambah udara dingin yang menusuk tulang terbayar lunas menikmati keindahan sunrise bukit Sikunir
Sumur Jalatunda penghubung dunia astral. Sumur Jalatunda terletak disebelah barat pegunungan Dieng, atau sekitar 7 Km dari komplek candi Arjuna. Sumur Jalatunda adalah sumur raksasa dengan diameter hampir 90 M dan kedalaman yang belum bisa dipastikan. Sumur Jalatunda terbentuk akibat letusan gunung berapi raksasa ratusan tahun yang lalu, atau sumur Jalatunda terbentuk dari kawah mati akibat letusan gunung berapi ratusan tahun yang lalu kemudian membentuk lubang besar dipermukaan tanah dengan diameter 90 M dan kedalaman yang belum bisa ditentukan lalu terisi oleh air hujan dan sumber-sumber air disekitar sumur Jalatunda. Asal-usul nama sumur Jalatunda berasal dari kata jala dan tunda, artinya bagi siapa saja yang mempunyai keinginan dan cita-cita jangan pernah ditunda-tunda dan segera dilaksanakan agar keinginan, cita-cita dan harapan itu segera terwujud.
Menurut cerita yang beredar dikalangan masyarakat Dieng, sumur Jalatunda merupakan pintu masuk penghubung dunia astral atau ghaib. Konon ceritanya dibawah sumur Jalatunda terdapat kerajaan ghaib yang terhubung dengan kerajaan ghaib Nyi Roro Kidul pantai selatan Jawa. Konon Nyi Roro Kidul sering pergi ke dataran tinggi Dieng untuk bermusyawarah dengan leluhur-leluhur Dieng melalui pintu ghaib sumur Jalatunda. Namun versi lain juga menyebutkan bahwa sumur Jalatunda terbentuk akibat pijakan kaki Bhima (tokoh dalam pewayangan Pendawa Lima) yang sedang marah lalu menancapkan kakinya ketanah dan terbentuklah kubangan raksasa sumur Jalatunda. Secara kebetulan atau tidak, didekat obyek wisata sumur Jalatunda juga terdapat obyek wisata kawah Cndradimuka yang terkenal dengan semburan air panas setinggi 50-100 Cm. Kawah Candradimuka dalam cerita pewayangan dikenal sebagai tempat bertapa Raden Gatotkaca untuk mengasah kesaktianya.
Namun terlepas dari cerita dan mitos yang beredar secara turun-temurun, obyek wisata sumur Jalatunda menyuguhkan eksotisme panorama alam yang mengesankan berupa barisan bukit-bukit kecil menghijau dan ladang-ladang tanaman kentang tumbuh subur dilokasi ini.
Kyai Semar pepunden tanah Jawa. Sosok Semar dalam pewayangan yang berkuncung seperti laki-laki, namun dia juga memiliki buah dada yang membusung seperti perempuan. Sejatinya sosok Semar tidaklah tampan rupawan ataupun cantik jelita. Semar adalah badra, berwajah laksana bulan purnama, tetapi dia juga nayantaka, pucat seperti mayat. Semar adalah badranaya, menuntun bagi siapa saja yang berbudi rahayu. Semar adalah asmara, tetapi dia juga santa atau suci. Karena itu dia asmarasanta atau cinta suci. Pengertian tersebut menunjukan bahwa sosok Semar merupakan simbolis dari sifat Ilahiah.
Ketika Dinasti Ustmaniyah di Turki ingin menyebarkan pengaruh agama Islam dikawasan Asia tenggara kususnya Indonesia. Sultan Muhammad I mengutus ulama-ulama terpilih yang tergabung dalam Wali songo periode pertama, mereka adalah Syeikh Maulana Malik Ibrahim, Syeikh Maulana Ishak, Syeikh Maulana Ahmad Jumadil Kubra, Syeikh Maulana Malik Israil, Syeikh Maulana Muhammad Maghribi, Syeikh Maulana Aliyudin dan Syeikh Subakir. Menurut babad tanah Jawa, sudah beberapa kali didatangkan utusan dari Arab untuk menyebarkan agama Islam di tanah Jawa kususnya dan Indonesia pada umumnya tetapi selalu menemui kegagalan secara makro.Kegagalan itu disebabkan masyarakat Jawa ketika itu masih kokoh memegang adat-istiadat dan kepercayaan lama. Mereka menyembah benda-benda bertuah dan ruh-ruh leluhur yang diyakininya dapat memberikan perlindungan dan pertolongan kepada mereka. Karena itu diutuslah Syeikh Subakir yang dikenal mumpuni dalam ilmu kanuragan dan kedigdayaan , Beliau secara spesifik menangani masalah-masalah yang terkait dengan magis dan nilai-nilai spiritual yang telah menyimpang.
Hingga pada suatu waktu sampailah Beliau dikaki bukit Goa Gajah Mungkur, disebut Gajah Mungkur karena bila dilihat dari kejauhan tampak seperti gajah purba yang tengah berbaring dan membelakangi kota Wonogiri. Menurut saudara Goenawan W.E, Goa Gajah Mungkur merupakan istana sunyaruri / ghaib Kyai Semar selama berabat-abat lamanya. Kehadiran Syeikh Subakir tidak disenangi, mengusik kemarahan hati Kyai Semar dan terjadi perang tanding selama empat puluh hari, empat puluh malam dan tidak ada yang tampil sebagai pemenang oleh karena itu kedua tokoh sakti ini sepakat untuk mengakhiri pertarungan dan mengadakan perjanjian yaitu bersama-sama membangun tanah Jawa dari alam masing-masing. Syeikh Subakir yang berasal dari negri RUM (Irak) yang membawa ajaran tauhid akan membenahi manusia Jawa dengan syariat agama Islam yang dibawanya, sedangkan Kyai Semar akan memberikan pencerahan-pencerahan lewat batin. Perdamaian itu ditandai dengan dikawinkanya abdi kepercayaan Kyai Semar yang bernama Kyai Glinggang Jati dan abdi kinasih Syeikh Subakir yang bernam Siti Aminah. Mereka berdua diutus untuk menjaga dan mengayomi Goa Gajah Mungkur dan sekitarnya. Kemudian Kyai Semar pindah ke gunung Tidar Magelang, pegunungan Srendeng Jawa Tengah, gunung Srandil Cilacap dan moksa diGoa Semar dataran tinggi pegunungan Dieng.
Tokoh Semar hendaknya dipandang bukan sebagai fakta historis (sejarah), tapi lebih bersifat mitologi atau simbol tentang ke Esa-an Tuhan, yaitu suatu tanda atau lambang dari pengejawantahan atau penampakan ekspresi budaya, persepsi, pengertian tentang Ilahiah yang menunjukan kepada konsepsi. Pengertian ini menunjukan bahwa sejak zaman purba kala leluhur kita adalah bangsa yang berbudaya, religius dan berketuhanan Yang Maha Esa.
Kyai Ageng Kolodete bersemayam di telaga Balekambang. Menurut salah seorang budayawan Dieng Alif fauzi, Kyai Ageng Kolodete adalah seorang Resi Hindu yang pada akhirnya memilih agama Islam sebagai pegangan hidupnya. Pada zaman sebelum ke-Walian dataran tinggi Dieng dikenal sebagai pusat peradaban agama Hindu di pulau Jawa dan banyak berhimpun kasta Brahmana dan Ksatria disana, salah satunya adalah Kyai Ageng Kolodete.
Ketika kerajaan Demak Bintoro berdiri, sebagai kerajaan Islam di pulau Jawa yang didukung oleh Wali songo. Musyawarah dewan Wali sepakat untuk mengutus Syeikh Ngabdullah Selomanik untuk berdakwah menyebarkan agama Islam di lembah Dieng dan sekitarnya, dimana ketika itu masyarakatnya masih banyak yang beragama Hindu, animisme dan dinamisme. Syeikh Ngabdullah Selomanik yang dibantu oleh ulama-ulama lainya dari kerajan Demak seperti Sunan Besik dan Kyai Bangkit berdakwah dengan cara yang santun, memperlihatkan ketinggian nilai-nilai Islami dan tidak secara frontal menentang adat-istiadat melainkan menyusupinya dengan ajaran-ajaran islam.
Cara dakwah seperti ini rupanya membuahkan hasil yang menggebirakan, satu-persatu masyarakat Dieng memeluk agama islam. Salah satu tokoh yang paling berpengaruh di dataran tinggi Dieng, Kyai Ageng Kolodete menyusul beriman dan pada perjalanan sejarah berikutnya Kyai Ageng Kolodete menjadi seorang juru dakwah yang handal untuk membantu Syeikh Ngabdullah Selomanik mensyiarkan agama islam di lembah Dieng dan sekitarnya.
Sebuah versi menyebutkan bahwa selain sebagai seorang juru dakwah yang handal Kyai Ageng Kolodete juga diberi tugas untuk menjaga dan mengayomi wilayah Dieng. Kyai Ageng Kolodete diyakini berambut gimbal (gembel). Ketika berkuasa di lembah Dieng, Beliau bersumpah tidak akan pernah mencukur rambutnya hingga masyarakat Dieng hidup makmur gemah ripah loh jinawi. Bila sumpahnya tak terkabul, Beliau akan menitiskan roh nya kepada anak-anak di Dieng. Begitulah fenomena anak-anak berambut gimbal di lembah Dieng yang diyakini sebagai titisan atau memiliki garis keturunan dari Kyai Ageng Kolodete. Kemudian setelah mengucapkan sumpah serapah tersebut Kyai Ageng Kolodete pergi ke telaga Balekambang dan moksa atau berpindah alam di telaga Balekambang dataran tinggi Dieng dengan mengemban tugas dan cita-cita mulia, ingin melihat anak keturunanya hidup makmur dikemudian hari
Perpaduan kontras kawah sikidang. Kawah sikidang terletak di lembah Dieng, desa Dieng kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Kwah sikidang paling populer dan banyak dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara karena letaknya yang strategis dan mudah dijangkau. Menurut penelitian dari badan pusat volcanologi meterologi dan geofisika (PVMG) kawah Sikidang memiliki dapur magma didalam perut bumi. Dapur magma ini menghasilkan hawa panas dan energi dengan tekanan yang sangat kuat. Apabila tekanan ini sampai mencapai batas-batas puncaknya, maka akan terjadi letusan dan terbentuk kawah baru.
Kawah ini menjadi populer karena lubang keluarnya gas dari perut bumi selalu berpindah-pindah sepeti binatang Kidang (Kijang) yang suka meloncat-loncat kesana-kemari sehingga penduduk setempat menamakanya kawah Sikidang. Kawah Sikidang menawarkan kesan dan suasana lain bagi pariwisata di dataran tinggi pegunungan Dieng. Udara dingin yang menusuk tulang, bukit-bukit yang menghijau laksana permadani maha luas sekejap lenyap dari pandangan bila kita memasuki kawasan kawah Sikidang, yang terlihat justru pemandangan kontras beupa tanah perbukitan kering nan tandus. Dari bibir kawah terlihat asap putih yang terus mengepul dan menebarkan bau belerang yang menusuk hidung, pagar yang terbuat dari bambu dibangun mengelilingi bibir kawah untuk keselamatan pengunjung, dari dalam kolam kawah terlihat air bercampur dengan lumpur, gas dan belerang berwarna gelap, bergerak kesana-kemari, terus menggelegar disertai asap putih yang terus mengepul dan menimbulkan bau belerang yang menyengat. Konon ceitanya kawah Sikidang ini memiliki suhu diatas 100 derajat celcius.
Bagi Anda yang baru pertama kali berkunjung ke obyek wisata ini diharuskan berhati-hati bila memasuki kawasan kawah Sikidang. Karena struktur tanah disini sangat labil, rapuh dan mudah longsor bila terkena pijakan kaki.itu semua disebabkan hawa panas dari dapur magma yang terus bergejolak kepermukaan tanah dan mengeluarkan air bercampur lumpur, gas dan belerang.
Curug winong risalah alam pegunungan. Curug winong terletak dikaki lembah Kaliwiro, desa Winong sari, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo atau sekitar 20 Km kesebelah selatan dari kota Wonosobo. Obyek wisata yang terletak di hutan rakyat, berbentuk air terjun seluncur (curug) ini memiliki ketinggian sekitar 70 M dengan kemiringan sekitar 60-70 derajat dan terdapat tiga buah batu berukuran besar yang berada persis dibawahnya. Batu-batu berukuran besar tersebut oleh masyarakat setempat disebut watu kelir.
Curug winong merupakan air terjun yang masih alami di Kabupaten Wonosobo, dengan suasana alam pedesaan yang masih asri, menawarkan kesejukan yang begitu nyata, mempesona, indah dan memanjakan mata siapa saja yang memandang. Airnya yang jernih dan dingin khas alam pegunungan membuat pengunjung betah berlama-lama bermain dengan air. Sejauh mata memandang terlihat jelas bukit-bukit kecil dan hutan rakyat yang menghijau laksana benteng-benteng alami yang kokoh, tempat ini sangat cocok untuk menyegarkan kembali hati dan pikiran.
Pada hari-hari libur nasional Curug winong menjadi salah satu tujuan utama obyek wisata yang wajib dikunjungi bagi wisatawan ataupun para pecinta alam untuk melepas penat dan menyegarkan kembali lahir dan batin setelah lama beraktifitas. Apalagi dengan biaya tiket yang sangat murah Rp 2000 per orang, sangat murah bukan?. Dengan semakin banyak pengunjung yang datang tentunya menjadi angin segar bagi penduduk sekitar yang banyak membuka warung-warung kecil menjajakan makanan ringan dan minuman.
Makam Syeikh Ngabdullah Selomanik populer sejak diziarahi Gus Dur. Sebuah versi cerita menyebutkan bahwa Syeikh Ngabdullah Selomanik adalah keturunan Prabu Brawijaya V Majapahit, putra Raden Bondan Kejawan (Pangeran Lembu Peteng). Namun menurut penuturan dari Kyai Huda (ulama setempat) Syeikh Ngabdullah Selomanik berasal dari Irak. Beliau datang ke lembah Dieng atas permintaan dari sejumlah alim ulama untuk menjaga keseimbangan alam dan menyebarkan agama Islam di lembah Dieng, yang kala itu menjadi pusat peradaban agama Hindu dan Budha di Jawa dan Bali.
Syeikh Ngabdullah Selomanik bukan Auliya sembarang Auliya, Beliau menyebarkan Islam di lembah Dieng yang ketika itu Masyarakatnya masih kokoh memegang adat-istiadat kepercayaan lama dan kental dengan aura magis, dengan tokoh utamanya Kyai Ageng Kolodete. Namun berkat kesabaran, ketulusan dan keiklasanya dengan dibantu ulama-ulama dari kerajaan Demak Bintoro (yang makamnya berada di pemakaman sigelap Kreo, Kejajar) Syeikh Ngabdullah Selomanik berhasil mengislamkan Kyai Ageng Kolodete, dan menjadikanya seorang juru dakwah yang handal untuk membantu menyebarkan Islam di lembah Dieng yang syarat dengan adat-istiadat kepercayaan lama dan aura magis. Keberhasilan itu terlihat hingga kini mayoritas masyarakat Dieng memeluk agama Islam.
Makam Syeikh Ngabdullah Selomanik terletak di desa Kali lembu, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, berjarak sekitar 26 Km kesebelah utara dari kota Wonosobo. Makam ini menjadi populer dan banyak diziarahi oleh alim ulama dari berbagai kabupaten dan kota di pulau Jawa setelah diziarahi oleh KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Konon ceritanya sebelum menjadi Presiden Indonesia, Gus Dur kerap kali berziarah ke makam Syeikh Ngabdullah Selomanik. Biasanya Gus Dur berziarah malam hari atau dini hari dengan rombongan beberapa mobil, dalam sebulan bisa tiga atau empat kali berziarah.
Setelah menjadi presiden Indonesia, saat suhu politik di Jakarta memanas Gus Dur memilih menenangkan diri dan berziarah selama beberapa hari di makam Syeikh Ngabdullah Selomanik.
Makam Syeikh Ngabdullah Selomanik dipugar pada tahun 2000 dan menjadi destinasi wisata religi unggulan di kanupaten Wonosobo. Apa lagi ketika mengadakan Khaul Syeikh Ngabdullah Selomanik, tak kurang dari puluhan ribu orang yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di pulau Jawa memadati area pemakaman Syeikh Ngabdullah Selomanik untuk mendo'akan beliau. Subhanallah
Pesantren Al Moenawwir didirikan oleh KH. M. Moenawir pada tanggal 15 November 1910. Awalnya bernama Pondok Pesantren Krapyak, karena memang terletak di desa Krapyak, Yogyakarta. Pada tahun 1976 nama pondok tersebut ditambah Al Moenawwir, jadi sekarang nama lengkapnya Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak, Yogyakarta. Penambahan nama tersebut untuk mengenang jasa-jasa dan perjuangan pendirinya KH. M. Moenawwir.
Pada awal pendirianya Pondok Pesantren Al Moenawwir berkosentrasi pada pengajaran ilmu Al Quran saja, kemudian pada perkembangan selanjutnya setelah diasuh oleh KH. Ali maksum merambah keberbagai disiplin ilmu lainya, khususnya pengajian-pengajian dan pendalaman kitab-kitab kuning. Bukan hanya itu KH. Ali maksum juga merintis pendirian Madrasah Huffadz (sekolah menghafal Al Quran) Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah. Selain pengajaran ilmu Al Quran, di Madrasah-madrasah ini juga diajarkan ilmu Tafsir, Fiqh, Tauhid, Akidah Akhlak, Bahasa Arab, Sejarah Kebudayaan Islam, dan ilmu Hadist sesuai dengan tingkatan madrasah.
Metode pengajaran Al Quran yang digunakan adalah metode bin-Nadzar dan bil ghaib. Sebagai rujukan awal para santri diwajibkan menghatamkan metode pengajaran bin Nadzar dengan baik sebelum menempuh metode pengajara bil ghaib. Metode pengajaran bil ghaib menggunakan beberapa cara, salah satunya yang sering dilakukan adalah, sang Kyai mengikuti santri untuk menghafal ayat, surat atau juz, kemudian santri disuruh menghafal suatu ayat, surat, atau juz dan dilanjutkan santri yang lainya hingga khatam tiga puluh juz. Bagi santri yang sudah khatam metode pengajaran Al Quran bil ghaib disyaratkan harus melakukan Ardloh secara musyafahah sebanyak tiga kali. Cara yang dilakukan biasanya sang Kyai membaca suatu ayat kemudian santri disuruh meneruskan ayat tersebut, jenis surat, letak ayat atau surat dan kedudukanya. Kemudian dilanjutkan dengan penghafalan atau pengkhataman ulang selama empat puluh satu hari berturut-turut.
Pondok Pesantren Al Munawwir, Krapyak, Yogyakarta besar karena keilmuanya dan menjadi rujukan utama bagi para santri yang ingin memperdalam dan menghafal Al Quran. Tercatat dalam sejarah ulama-ulama terkemuka Indonesia pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Al Munawwir seperti KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan KH. Mustofa Bisri (Gus Mus).
KH. Abbas Djamil, Kyai pejuang kemerdekaan. KH. Abbas djamil lahir pada hari jum'at 24 Dzulhijah 1300 H/1879 M di desa Pekalangan, Cirebon. KH. Abbas djamil putra sulung dari KH. Abdul djamil, putra KH. mu'tad, menantu Kyai Mukhoyim (pendiri pesantren Buntet Cirebon).
Pada tahun 1945 pasca pengeboman kota Hirosima dan Nagasaki oleh tentara sekutu membuat pasukan Jepang di Indonesia menjadi lemah dan akhirnya menyerah tanpa syarat terhadap tentara sekutu yang diboncengi oleh Belanda, yang kembali ingin menguasai Indonesia, dan KH. Abbas djamil sebagai pengasuh pondok pesantren Buntet yang selama ini dikenal banyak menelurkan pejuang-pejuang kemerdekaan yang gigih merasa bertanggung jawab untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dari ancaman nyata tentara sekutu yang diboncengi oleh Belanda. Oleh karena itu, selain membekali santri-santrinya dengan ilmu agama, Beliau juga mengajarkan ilmu bela diri, kanuragan dan kedigdayaan tujuanya adalah untuk mempersiapkan generasi muda yang tangguh dalam upaya mempertahankan kemerdekaan.
Kembalinya Belanda ke bumi pertiwi memang terbukti, dengan dibantu tentara sekutu, Belanda melancarkan agresi-agresi keberbagai wilayah di Indonesia, kondisi seperti ini membuat tokoh dan pejuang Indonesia mendirikan laskar-laskar dalam rangka menghadapi agresi militer Belanda yang semakin gencar. Salah satu laskar yang dibentuk adalah Barisan Hizbullah. Barisan Hizbullah merupakan kekuatan yang tangguh, berpengalaman dan disegani oleh musuh. Kemampuan dan kekuatan itu diperoleh berkat latihan-latihan berat para anggotanya dalam pendidikan PETA (pembela tanah air) di Cibarusuh, Jawa Barat sewaktu penjajahan Jepang, dan pesantren Buntet ketika itu dijadikan markas pergerakan Barisan Hizbullah untuk menghubungkan pejuang Hizbullah dari Jawa Tengah ke Jawa Barat, begitupun sebaliknya.
Ketika tentara sekutu yang diboncengi Belanda mendarat di kota Surabaya dan mengibarkan panji-panji penjajahan, para pejuang Surabaya yang diwakili oleh Bung Tomo segera berkoordinasi dengan KH. Hasyim asyari untuk meminta do'a restu dimulainya perlawanan terhadap tentara sekutu Inggris yang diboncengi oleh Belanda, namun KH. Hasyim asyari menyarankan agar perlawanan rakyat itu jangan dimulai sebelum KH. Abbas djamil datang. Hingga akhirnya KH. Abbas djamil dan Barisan Hizbullah dari Cirebon datang untuk membantu pejuang Surabaya mengusir tentara sekutu Inggris. Yang dikemudian hari dikenal dengan peristiwa 10 November 1945.
Bukan hanya itu KH. Abbas djamil dan Barisan Hizbullah beberapa kali terlibat pertempuran yang sengit dengan penjajah Belanda seperti di Jakarta, Bekasi dan Cianjur. KH. Abbas djamil berjuang mengusir penjajah hingga akhir hayatnya, Beliau wafat pada 1 Rabiul awal 1365 H/ 1946 M dan dimakamkan diarea pemakaman pondok pesantren Buntet, Cirebon. Meski waktu terus berlalu dan zaman sudah berubah namun namanya tetap harum dikenang rakyat sebagai Kyai pejuang kemerdekaan yang gigih.
KH. Ali maksum perintis pesantren modern. KH. Ali maksum lahir di Rembang 15 Maret 1915 dari pasangan KH. Maksum dan Nyai Nuriyah. KH. Ali maksum terlahir dari keluarga ulama, Beliau memiliki trah atau garis keturunan dari Sayyid Abdurrahman (Pangeran Kusumo) bin Pangeran Muhammad syihabudin digdaningrat (Mbah Sumbu). Pendidikan dasar KH. Ali maksum diawali belajar Al Quran dari ayahmya, setelah lancar baca tulis Al Quran Ali maksum kecil dikirim oleh ayahnya ke Pekalongan untuk belajar pada Kyai Amir. Setelah beberapa tahun nyantri di Pekalongan atas restu dari sang ayah, Ali maksum melanjutkan kepesantren Termas, Pacitan, Jawa timur untuk nyantri pada KH. Dimyati. Pada masa itu pesantren Termas merupakan salah satu pesantren besar yang banyak menelurkan alim ulama di pulau Jawa.
Dipesantren Termas, dengan dibimbing KH. Dimyati Ali maksum secara intensif belajar fathul muin, minhaj al qawim, Al asybah wa al nazhair, Jam'al jawami, Alfiah Ibn Malik, Tafsir Jalalain, Shahih ri Muslim dan Ihya ulumuddin. Selain itu Aki maksum juga menyempatkan membaca buku karangan pembaharu islam seperti Ibnu Taimiyah, Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. Karena kegemaranya memahami dan membaca kitab- kitab, tak pelak jika Ali maksum memiliki kelebihan-kelebihan bila dibandingkan santri-santri lainya, oleh karena itu beliau dikenal dengan sebutan Munjid (kamus berjalan).
Setelah delapan tahun belajar dipesantren Termas Ali maksum berkesempatan menunaikan ibadah haji, selagi masih ditanah suci, Ali maksum menyempatkan untuk berguru pada ulama-ulama besar Mekkah seperti Sayyid Alwi al maliki al hasani, Syeikh Umar hamdan dan Syeikh Hamid manan. Selama tiga tahun KH. Ali maksum belajar secara tabarukan pada ulama-ulama tersebut.
Sepulang dari Mekkah KH. Ali maksun mengembangkan pesantren AL Hidayah yang dirintis oleh ayahnya, karena pada masa itu sedang berkecamuk perang kemerdekaan dan banyak santri-santri yang pulang tidak kembali lagi kepesantren. Saat usianya sudah layak memasuki jejnjang pernikahan atas restu dari ayahnya, KH. Ali maksum dinikahkan dengan Nyai Hasyimah putri KH. M. Moenawwir Krapyak. Setelah hampir dua tahun KH. Ali maksum mengembangkan pesantren Al Hidayah dan sudah mulai terlihat hasilnya, keluarga besar dari pesantren Krapyak justru meminta KH. Ali maksum untuk mengasuh pesantren Krapyak, setelah wafatnya KH. M. Moenawwir.
Setelah menjadi pengasuh pesantren Krapyak, KH. Ali maksum tidak mengubah ciri khas pesantren Krapyak yang merupakan pesantren Al Quran, justru KH. Ali maksum menambahkan dengan mengadakan pengajian-pengajian kitab dan mendirikan madrasah-madrasah sesuai dengan tingkatan siswa-siswi diantaranya madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah.
Dengan metode pembelajaran sesuai dengan tingkatan siswa-siswi tentunya memudahkan siswa-siswi untuk mempelajari keilmuan atau materi pelajaran sesuai dengan tingkatanya.
KH. Ali maksum wafat di Yogyakarta pada usia 74 tahun dengan meninggalkan nama harum dan jejak pendidikan peantren modern di Indonesia.
KRT Selomanik pendiri Kadipaten Selomanik. Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Selomanik adalah seorang pejuang kemerdekaan yang gigih menentang penjajahan kolonial Belanda ditanah Jawa. Ketika Pangeran Diponegoro mengobarkan semangat jihad fii sabilillah atau perang suci melawan segala bentuk penindasan dan kesewenang-wenangan yang dilakukan kolonial Belanda terhadap rakyat pribumi. KRT Selomanik pasang badan untuk membela perjuangan Pangeran Diponegoro dan menghimpun kekuatan dengan mendirikan Kadipaten Selomanik dilereng gunung Lawang, Kaliwira, Wonosobo. Dengan dibantu KPH Balitar I, Ki Bangkong reang, Ki Djodo toko, Ki Branjang kawat, Ki Udan memes, dan Ki Jebret. KRT Selomanik mengumpulkan para pejuang dan rakyat pribumi untuk dididik menhadi prajurit yang tangguh dalam rangka menentang dan mengusir penjajahan Belanda yang semakin merajalela dan sewenang-wenang.
Dalam setiap oprasi militer terhadap kolonial Belanda, KRT Selomanik juga berkoordinasi dengan KRT Jogonegoro (Selomerto), KRT Wiroduto (Sapuran), KRT Kerto waseso (Kalibawang), KRT Setjonegoro (Ledok) untuk menghimpun kekuatan dan strategi yang jitu. Sehingga tak ayal dengan bergabungnya senopati-senopati Pangeran Diponegoro membuat konsentrasi kolonial Belanda terpecah dan kesulitan untuk menguasai wilayah Wonosobo.
KRT Selomanik dan prajuritnya beberapa kali terlibat peperangan yang sengit dengan penjajah Belanda, seperti peperangan di Kaliwira, Sapuran dan di Kertek untuk menghadang pasukan Belanda yang datang dari Temanggung dan Purworejo.
Perjuangan KRT Selomanik tidak hanya sebatas di kabupaten Wonosobo, Beliau juga menghimpun kekuatan diwilayah Banjar negara untuk menutup akses Belanda melalui sungai Serayu. Petilasanya pun masih terawat dengan baik dipinggir sungai Serayu Banjar negara. Selain dikenal sebagi seorang pejuang kemerdekaan yang gigih, KRT Selomanik juga dikenal sebagai seorang muslim yang taat dan memiliki suara merdu saat membaca Al Quran. KRT Selomanik berjuang mengusir penjajah hingga akhir hayatnya, Beliau dimakamkan di desa Selomanik, Kecamatan Kaliwira, Kabupaten Wonosobo. Hampir setiap hari ada peziarah yang datang, apalagi pada malam-malam tertentu seperti malam Jum'at kliwon, peziarah yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di pulau Jawa. Menurut cerita Bapak Khoirudin (juru kunci makam) bahkan mantan presiden SBY juga pernah berziarah ke makam KRT Selomanik sebelum menjadi Presiden.
Buah pisang dan kandungan gizi. Buah pisang adalah tanaman yang hidup didaerah yang beriklim tropis. Buah pisang diyakini berasal dari Amerika tengah. Konon ketika baru diketemukan buah pisang menjadi makanan mewah yang dikususkan bagi Raja-raja dan kaum bangsawan di Eropa. Kini seiring dengan perkembangan zaman dan semakin banyak negara-negara yang mengembangkan tanaman pisang, buah pisang bukan menjadi makanan yang mewah lagi dan sudah menjadi konsumsi rakyat sehari-hari.
Buah pisang merupakan salah satu sumber terpenting untuk mensuply gizi bagi tubuh manusia, karena didalam buah pisang terkandung zat-zat yang sangat dibutuhkan tubuh manusia. Bahkan kalangan ahli kesehatan mengatakan bahwa buah pisang merupakan buah dengan kandungan nutrisi terlengkap nomer satu. Selain mengandung karbohidrat sebagai sumber tenaga, buah pisang juga mengandung kalium yang dapat membatasi naiknya tekanan darah dalam tubuh. Buah pisang juga sudah teruji mengandung vitamin A, B dan C. Bahkan satu buah pisang dipercaya dapat memenuhi seperempat vitamin C bagi anak kecil. Artinya. setiap hari anak-anak kecil cukup mengkonsumsi empat buah pisang untuk mencukupi kebutuhan vitamin C. Buah pisang juga mengandung zat gula alami dan bebas kolestrol sehingga mengkonsumsi buah pisang setiap hari tidak menyebabkan kegemukan karena tidak mengandung kolestrol.
Jadi buah pisang sangat banyak kandungan gizinya terdiri dar Karbohidrat, lemak, protein, serat, mineral dan vitamin yang kesemuanya sangat bermanfaat bagi manusia. Dengan mengkonsumsi buah pisang setiap hari, sudah mencukupi gizi minimal yang diperlukan tubuh manusia.
Al Khawarizmi persembahan ilmu Astronomi dan Geografi. Al Khawarizmi lahir di Uzbekistan, jauh-jauh hari sebelum tentara Uni Soviet menganeksasi Uzbekistan pada tahun 1837. Pada masa itu Uzbekistan tumbuh dan berkembang menjadi negara islam yang penduduknya hidup makmur. Kemudian Al Khawarizmi dan orang tuanya pindah ke Baghdad, Irak pada masa pemerintahan Khalifah Makmun Al Rasyid (813-833). Kota Baghdad yang waktu itu tumbuh dan berkembang sebagai pusat kajian ilmu pengetahuan dunia, ternyata sangat tepat untuk mendukung proses belajar-mengajar bagi Al Khawarizmi.
Di kota Baghdad ini pula Al Khawarizmi memulai berexperiment atau uji coba terhadap temuan-temuanya yang brilian dibidang Astronomi (ilmu perbintangan). Kemudian Beliau menerbitkan buku yang berjudul Zij as sindhind. Buku ini berisi tentang ilmu perhitungan penanggalan, perhitungan tata letak matahari, bulan dan planet-planet secara benar. Buku ini juga berisi tentang peredaran benda-benda angkasa, astrologi, perhitungan gerhana bulan dan matahari. Dibawah pemerintahan Khalifah Makmun Al Rasyid yang membuka ruang selebar-lebarnya bagi para ilmuwan untuk mengembangkan keilmuanya tidak disiasiakan oleh Al Khawarizmi untuk mengembangkan disiplin ilmu Geografi. Pada disiplin ilmu Geografi Al Khawarizmi banyak membantah pendapat-pendapat dari ptolemaois (filusuf Yunani) yang mengatakan bentuk bumi tidaklah bulat. Untuk membuktikan pendapatnya Al Khawarizmi menerbitkan sebuah buku yang berjudul Surat al ard (bentuk bumi) dan membuat Globe (bola dunia ) pertama. Buku surat al ard berisi tentan bagian-bagian belahan bumi yang dihuni oleh manusia.
Pada perjalanan sejarah berikutnya karya-karya Al Khawarizmi yang brilian banyak diterjemahkan dalam bahasa Latin, Spanyol maupun Inggris sehingga tidaklah mengherankan bila dikemudian hari para ilmuan-ilmuan barat lebih menguasai dalam mengadopsi teori-teori yang dikembangkan ilmuan-ilmuan islam pada zamanya.
Candi Bongkotan warisan Dinasti Syailendra. Situs candi Bongkotan diketemukan pada tahun 1996, situs yang berada di dusun Bongkotan, desa Boja sari, kecamatan Kertek, kabupaten Wonosobo tepatnya dihutan rakyat milik Bapak Muhammad zaini yang kemudian digali oleh masyarakat dusun Bongkotan dan ditemukan bebatuan candi yang berserakan, ditemukan pula bagian-bagian candi yang masih berbentuk seperti artefak, arca, yoni, lingga dan guci.
Menurut cerita Bapak Muhammad zaini, dulu di desa Bongkotan pernah tinggal seorang tokoh masyarakat yang berpengaruh dan dituakan di kecamatan Kertek yang bernama Kyai Bongkot. Kemudian Kyai Bongkot membuat pemukiman penduduk yang diberinama Bongkotan.
Konon pada zamanya, di dusun Bongkotan dijadikan pusat kajian spiritual dan petilasanya pun masih ada dan terawat dengan baik.
Menurut penelitian Badan Arkeologi provinsi Jawa temgah dan DIY, dilikat dari struktur bebatuan candi, candi Bongkotan lebih tua bila dibandingkan dengan candi Dieng. Candi Bongkotan dibangun pada zaman kerajaan Mataram kuno, pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra. Diperkirakan pusat kerajaan Mataram kuno berada di lereng gunung Sindoro kemudian pindah ke dataran tinggi Dieng dan membuat peradaban candi-candi di Dieng sebagai sarana pemujaan Dewa-dewa yang mereka yakini dan membuka pemukiman penduduk di Liyangan (Temanggung). Hingga kini situs Liyangan masih digali dan diteliti oleh Badan Arkeologi provinsi Jawa engah dan DIY. Lalu pindah lagi ke Jawa timur untuk menghindari serangan musuh dan letusan gunung berapi.
Hingga kini masyarakat dilereng gunung Sindoro masih sering menemukan bebatuan candi, arca, yoni maupun lingga disekitar area ladang dan persawahan mereka. Salah satunya adalah situs candi Bongkotan, saksi sejarah kebesaran Dinasti Syailendra pada zamanya.
Jambu biji merah penangkal demam berdarah. Nyamuk akhir-akhir ini menjadi buah bibir dan membuat panik banyak orang. Ratusan bahkan ribuan orang menjadi korban demam berdarah karena gigitanya yang menularkan virus dengue. Rumah sakit dan Puskesmas kebanjiran pasien, para dokter dibuat kerja ekstra dan super sibuk, bahkan para pejabat dibuat pusing, mencari solusi jitu agar DBD tidak mewabah luas.
Penyakit yang ditimbulkan dari inveksi virus dengue lewat gigitan nyamuk Aedes aegyti memang begitu cepat mewabah dan menyebar luas dengan gejala-gejala awal yang nyaris sulit terdeteksi. Wajar saja bagi orang yang terkena gigitan nyamuk Aedes aegypti maka daya tahan tubuhnya menjadi lemah karena cairan trombosit didalam tubuh akan berkurang dan menurun secara drastis dan bila tidak segera mendapat pertolongan bisa berujung pada kematian.
Hingga kini belum diketemukan obat secara spesifik yang bisa mengobati penyakit DBD ini. Para ahli yang kompeten dibidangnya berupaya melakukan penelitian dan berexperiment atau uji coba terhadap beberapa tanaman herbal. Dan hasilnya, buah jambu biji merah berpotensi menurunkan dan mengobati virus dengue demam berdarah. Karena buah jambu biji merah mengandung vitamin C yang sangat tinggi, bahkan kandungan vitamin C yang terdapat pada buah jambu biji merah berkali-kali lipat lebih tinggi bila dibandingkan dengan kandungan vitamin C yang terdapat pada buah jeruk.
Lazimnya cara yang dilakukan masyarakat, dengan membuat jus jambu biji merah dan diminum secara continue atau sesuai petunjuk dokter. Jus jambu biji merah diketahui dapat menghambat pertumbuhan virus dengue dan meningkatkan trombosit dalam jumlah yang besar. Dengan meningkatnya trombosit didalam tubuh, maka daya tahan tubuhnya juga akan menjadi kuat dan virus dengue yang menyerang bisa segera sirna.
Air jamur solusi obat mata. Jamur merupakan tanaman yang sudah dikenal sejak lama mengandung zat-zat yang dibutuhkan tubuh manusia. Bahkan orang-orang Yunani kuno meyakini bahwa mengkonsumsi jamur bisa membuat seseorang menjadi lebih sehat dan kuat. Jamur biasanya tumbuh dengan sendirinya dimusim penghujan, pada musim ini banyak kita jumpai jamur tumbuh subur diberbagai tempat.
Taukah Anda, ternyata jamur selain mengandung zat-zat yang berguna bagi tubuh manusia juga berfungsi sebagai obat mata. Bagi Anda yang selama ini alergi terhadap obat-obatan modern seperti obat tetes mata dan sejenisnya, tentu fungsi air jamur sebagai obat herbal sangat baik sekali. Apa lagi cara pemanfaatanya pun sangat mudah dan tidak memerlukan bahan-bahan lain untuk dicampur. Cukup dengan menguliti jamur, agar kotoran- kotoran yang menempel pada jamur hilang dan mencucinya hingga bersih kemudian jamur dimasak setengah matang. setelah itu airnya diperas dan langsung bisa dimanfaatkan.
Air jamur dipercaya dapat membersihkan kelopak mata dari berbagai kotoran yang diakibatkan debu, asap atau pun benda kotoran lainya, menguatkan kelopak mata dan mempertajam penglihatan.
Sebuah ensiklopedi atau penelitian menunjukan bahwa jamur mengandung protein 9%, lemak 1%, zat tepung dan bahan gula 13%, fosfor, potasium, sodium, kalsium dan asam amonia yang semuanya berupa zat-zat yang berguna bagi tubuh manusia.
Tentu tidak semua tanaman jamur bisa dikonsumsi atau dijadikan obat , jamur yang baik untuk dikonsumsi ataupun dijadikan obat adalah jamur yang masih segar,tidak terlalu kering, berwarna gelap. sedangkan jamur yang terlalu kering dan berwarna terang biasanya mengandung racun. Alangkah baiknya jika ingin nmemanfaatkan jamur sebagai media obat meminta resep atau petunjuk dari dokter agar terhindar dari jamur yang mengandung racun.